Mimpi beranjak jadi nyata
Tapi masih tak mampu mengejar larinya hati
Hari hari semakin sepi
Memcoba mengucap mantra setia
Demi sebuah jalan
Mendekat ketaman hati yang kini terbang dan lari
Badai bimbang menghempas titian jalan fana
Demi buyarkan semua tujuan kesana
Terlalu sering aku berandai
Terlalu sering aku hanya dibelakang kamu
Atau terlalu muluk kah aku??
Ingin mendekap dan menghapus semua pinta
Nyata memang adanya kalau kini hati semakin jauh dan rapuh
Terlalu sering mengundang air mata
Tampilkan postingan dengan label PUISI CINTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI CINTA. Tampilkan semua postingan
Selasa, 07 Februari 2012
Selasa, 29 November 2011
Penemuan kalbu
Penemuan kalbu
Ketika menyelam dalam hati
Mencari didasarnya hati
Kewmarin, dulu dan nanti
Seakan terbayang penuh mimpi
Dalam loro ng pekat penuh penat
Kucoba cari sesosok malaikat
Tapi tak bisa kudapat
Kuraba apalagi ku lihat
Berbingar dalam bising
Bersababda dalam bara
Tetapi tak ada penemauan hatiku
Kemudian menyerah dalam amarah
Malolong bagai srigala
Malukah, sadarkah, hinakah ??
Tidak karena setiap manusia punya hati dan otak
Tapi aku tidak
Semua hilang tak nampak
Karena belum ada penemuan qolbu
Tiba-tiba langit menggema
Disitu muncul bidadari surga
Manampakkan keagungan cinta
Dalam hati terus bertanya
Sipa dia sebenarnya
Dalam bimbang aku tau dialah kamu
Dan aku jadi yakin inilah qalbu
Ketika menyelam dalam hati
Mencari didasarnya hati
Kewmarin, dulu dan nanti
Seakan terbayang penuh mimpi
Dalam loro ng pekat penuh penat
Kucoba cari sesosok malaikat
Tapi tak bisa kudapat
Kuraba apalagi ku lihat
Berbingar dalam bising
Bersababda dalam bara
Tetapi tak ada penemauan hatiku
Kemudian menyerah dalam amarah
Malolong bagai srigala
Malukah, sadarkah, hinakah ??
Tidak karena setiap manusia punya hati dan otak
Tapi aku tidak
Semua hilang tak nampak
Karena belum ada penemuan qolbu
Tiba-tiba langit menggema
Disitu muncul bidadari surga
Manampakkan keagungan cinta
Dalam hati terus bertanya
Sipa dia sebenarnya
Dalam bimbang aku tau dialah kamu
Dan aku jadi yakin inilah qalbu
Kamis, 03 November 2011
BERAKSI
Beraksi
Suhu dingin
disekitar raga
Kukira nyata tapi tak ada rupa
Oksigen
kuhela mengisi nadi
Berjalan
melalui arteri
Terus
menjelajah sampai kehati
Saat sampai
ada reaksi yang terjadi
Bereaksi dari
suhu dingin dan aksi hati
Tak
kumengerti yang terjadi
Tapi kutahu
itu nyata
Semua berawal
dari O2 yang kuhela
Tapi tak
berati jika tak bertemu hati
Hati yang
dipenuhi akan pertemuan tadi
Pertemuan aku
dengan seorang gadis
Yang kemudian
mengisi hati
Selasa, 04 Oktober 2011
Pertempuran Hati
Udara dingin mengalir menyebabkan
menggigil
Udara panas berhebus membuat
gerah
Semua tak bisa kulihat
Tapi semua bisa kurasa
Seperti oksigen disetiap nadi
Begitulah pertempuran hati saat
ini
Tak dapat kumenghindar
Tak sanggup pula bersinar
Redup ingin kubuang
Tapi tak bisa dalam pertempuran
hati
Yang mengalir bersama nadi dalam
raga
Bahkan disetiap hembusan nyawa
Ku tersiksa bersama luka
Hatiku bicara otaku bersabda
Tak ada persamaan antara naluri
hati dan logika
Sungguh membuat ramai pertempuran
hati
Sungguh riang nyanyian setan
Jumat, 30 September 2011
MENCARI
Mencari
Behembus dalam kesunyian malam
waktu
Tak berrarah tak terarah
Entah kemana ku tak tahu
Ku mencari di tanah batu
Tapi yang ada hanya hati yang
beku
Terlepas dari sang bayu berlari
sendiri
Tapi malah kulupa apa yang kucari
Diatas ada bintang kemilau
Dipandang sepi tak bernyanyi
Pedih piluh jiwa menggaduh
Menahan peluh pulang kerumah
Mengkaji hati mengenali diri
Dan mengingat apa yang ku cari
Sampai ke mimpi hati
Ternyata disitu damai menanti
Saat itu kutahu Apa yang kucari
Damai disisi bidadari
CUMA
Cuma
Cuma malam menemani
Cuma gerimis mengiringi tangis
Cuma pakaian melekat
Menyembunyikan hati yang pekat
Cuma senyap mampu mengusap
Cuma angin yang membawa lenyap
Sebelumnya hati butuh
Tapi kini jadi tak utuh
Semua runtuh bersama Cuma
Cuma Gelap paham dukaku
Tapi
semua tinggal Cuma bersama Cuma
Gila
Gila
Sebelumnya ini cinta
Tapi kini jadi gila
Sebelumnya semua damba
Bersama ucapan yang terdengar gila
Bersama keadaan yang terus menggila
Awan berduyun-duyun
Langit runtuh tergusur
Hutan bersepi-sepi
Bulan jatuh
Laut bergolak-golak
Hati mulai terkampak
Patah dan pecah jadi sampah
Otak,hati
sirna bersama keadaan gila
Jawab dan Korban
Jawab dan Korban
Setelah ditunggu
Akhirnya cairlah bekumu
Bersama gerimis yang mengalir
Bersama takbir yang agung
Akhrinya kutahu jawaban dari segala ragu
Kamu tak bisa mengisi hati
Kamu menolak permintaan hati
Dimalam qurban
Kini hatiku jadi korban
Hati jadi kobaran
Trbakar bersama cinta yang duka
Satu lagi masa kelam bersemi
Satu lagi luka menganga dalam hati
AKU DAN IMPIANKU
aku dan
impian ku
aku punya mimpi,
mimpi yg
sulit diterima nalar ini
mimpi yg
tumbuh dan mengakar
tampak jelas
tanpa ada bayang yg tersamar
kejelasan
niat perlahan tumbuh bersama dahan yg kian mekar
mimpi itu
kini sedang ku titi
karna
mimpiku adalah puisi
puisi adalah
kekakasih,
kekasih yang
memeluk erat selayak jerat
kekasih yang
begitu wangi melebihi intisari melati
Rabu, 12 Januari 2011
Ada
Ada
Ketika tumbuh tak tersentuh
Ketika trucap semua terungkap
Dalam kata ada makna
Dalam bicara ada suara
Dalam hati ada jiwa
Dalam cinta ada apa ?
Dalam otak kalimat itu terus terbayang
Terbanng berkelana si kalimat
Mencari jawaban?
Sampailah kedalam nurani
Saat itu kutahu jawabnya
Ada cinta ada kamu
Langganan:
Postingan (Atom)
